Cara sujud syukur dan sujud tilawah

Sujud Syukur adalah sujud yang di lakukan di luar shalat karena ada beberapa sebab. Sujud ini hukumnya adalah sunah. Berikut ini beberapa sebab di sunahkannya melakukan sujud syukur :

a.Mendapatkan ni’mat yang tidak di sangka sebelumnya baik ni’mat pada dirinya sendiri, kerabat, teman atau umat islam secara umum. maka tidak sunah karena mendapat ni’mat yang terus menerus seperti ni’mat islam.
b.Terhindar dari bencana atau musibah yang tidak di duga-duga sebelumnya seperti selamat dari tertimpa bangunan yang roboh akibat gempa atau selamat dari tenggelamnya kapal.
c.Ketika melihat orang lain melakukan kemaksiatan sebagai rasa syukur bahwa dirinya tidak melakukannya.

Adapun cara melakukan sujud syukur yaitu di lakukan di luar shalat dengan satu kali sujud di syaratkan dalam keadaan suci menutupi aurot dan menghadap qiblat.

Niat sujud syukur :

نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى

Bacaan sujud syukur sebagai berikut :

سَجَدَ وَجْهِِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.

Apabila terdapat hal-hal yang mensunahkan sujud syukur sementara dia tidak dalam kondisi suci di sunahkan membaca :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ للهُ وَاللهُ اَكْبَرَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ 4×

Fokus: Saat Haid, untuk bersyukur, cukup mengucapkan :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ للهُ وَاللهُ اَكْبَرَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ 4×

Syarat-syarat sujud syukur sama seperti syarat-syarat sujud di dalam sholat. seperti harus suci. menutup aurat. menghadap kiblat. Jadi wanita haid tidak boleh melakukan sujud sukur.

Sumber: http://www.piss-ktb.com/2013/05/2363-haid-melakukan-sujud-syukur-saat.html

Adapun cara sujud tilawah sama dengan cara sujud syukur.

NB :

Dalam memulai takbirotul ihram tidak disunnahkan berdiri, namun jika dilakukan dengan berdiri maka boleh.